Sukses Kembali dengan Melakukan Rebranding

Sukses Kembali dengan Melakukan Rebranding

Rebranding 1
Sumber : the design love

Rebranding adalah membentuk kembali image sebuah perusahaan. Dengan brand yang baru, perusahaan melakukan beberapa perubahan yang diyakini akan menjadi langkah kesuksesan baru.

Meskipun demikian, rebranding tidak selalu berakhir sukses. Ada pula rebranding yang gagal sehingga brand tersebut tetap terpuruk. Namun, rebranding yang efektif akan membantu perusahaan untuk lepas dari asosiasi negatif, mendapatkan target baru, dan memoles produk dan layanan menjadi lebih baik.

Mengapa Harus Melakukan Rebranding?

Rebranding 2
Sumber : Threeroms

Melakukan rebranding tentu bukan tanpa dasar yang kuat. Justru, rebranding adalah salah satu langkah solutif atas sebuah kondisi yang tidak diinginkan, baik dari persepsi negatif customer maupun stagnansi pemasukan perusahaan.

Berikut adalah beberapa alasan umum yang membuat perusahaan-perusahaan melakukan rebranding.

  • Kehilangan Pasar

Selera para pelanggan berbeda dari waktu ke waktu. Customer kemarin belum tentu sama dengan customer besok. Hal ini membuat pasar terus mengalami perubahan dan berpotensi memudarkan pengaruh serta relevansi yang selama ini baik-baik saja.

Dengan brand repositioning, tombol reset bisa ditekan ulang. Para penjual dapat mengubah posisi mereka dan menargetkan demografi, ide, dan lokasi customer yang baru pada masa mendatang.

  • Reaksi Customer

Review yang jelek, standar layanan pelanggan yang tidak baik, dan komunikasi yang tidak tepat waktu, dapat menyebabkan image perusahaan jelek. Akibatnya, customer semakin berkurang dan brand equity pun melemah.

Ada banyak contoh kasus yang terjadi dan menyebabkan masalah besar bagi perusahaan. Apalagi pada masa sekarang, ketika video begitu mudah menjadi viral di dunia maya.

  • Produk atau Layanan Inferior

Pada kasus-kasus tertentu, produk atau jasa tertentu secara organik atau bahkan bisa diprediksi berhasil dirampas. Dengan melakukan rebranding secara proaktif, Anda akan selangkah lebih maju dari pesaing. Akan ada harapan baru akan tawaran bisnis. Perusahaan juga bisa melakukan rilis produk baru yang lebih terdepan dari pada yang lain.

  • Konsolidasi dan Ekspansi Perusahaan

Apabila terjadi merger atau akuisisi di dalam perusahaan, rebranding perlu dilakukan. Ini bertujuan untuk menghindari terjadinya kebingungan di tengah masyarakat. Selain itu fungsi lainnya dapat menyederhanakan pesan brand.

Sebelum Melakukan Rebranding

Rebranding 3
Sumber : edkent

Risiko rebranding memang tidak dapat diprediksi. Ada yang berhasil, ada pula yang gagal. Sebelum mencoba melakukannya, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai bentuk penegasan.

  • Apakah rebranding akan menyelesaikan masalah Anda?

Cara ini membutuhkan biaya dan waktu. Anda mungkin harus melibatkan agensi khusus atau mengajak para staf untuk berkomitmen melakukannya. Namun, itu bukanlah hal yang mudah dilakukan. Jadi, pastikan Anda mengambil langkah penyelesaian yang tepat untuk setiap masalah yang sedang dihadapi. Beberapa di antaranya seperti branding yang serupa, publisitas negatif, merger, dan sebagainya.

  • Seberapa kenal Anda dengan pasar?

Kondisi pasar dapat mendorong Anda untuk melakukan rebranding. Mungkin karena demografi yang berubah atau ada kesempatan menarik  untuk menguasai pasar. Jika Anda memiliki bujet terbatas untuk mengamati pasar, cobalah melakukan media monitoring. Ingat, brand baru Anda nanti harus memenuhi kebutuhan pasar.

  • Apakah ini adalah waktu yang tepat?

Pahami dengan sungguh-sungguh apa alasan untuk melakukan rebranding. Jika alasan ini benar-benar kuat dan harus dilakukan dengan segera, jangan sungkan untuk mengambil langkah awal. Jika dilakukan pada waktu yang tepat akan menghasilkan keuntungan bagi bisnis.

  • Apa yang bisa hilang jika Anda gagal?

Sebelum melakukan ini, Anda perlu menyadari apa yang bisa hilang dari bisnis Anda. Sejumlah uang atau customer yang tidak senang dengan perubahan yang dilakukan. Namun, jika perusahaan Anda adalah brand baru yang masih berjuang untuk naik, tidak ada yang perlu ditakutkan.

  • Bagaimana Anda mengukur kesuksesan?

Anda harus bisa mengukur kemajuan yang terjadi berkaitan dengan tujuan. Dengan teknologi masa kini, semua itu dimungkinkan. Anda bisa melakukan beberapa hal, yaitu menganalisis sentimen customer, mengukur mention, memonitor hashtag, melacak ROI (return on invesment)

Aturan Melakukan Rebranding

Rebranding 5
Sumber : Consumer brand builder

Supaya dapat menghasilkan secara optimal, Anda perlu melakukannya sebaik mungkin. Apalagi karena proses ini bukanlah pekerjaan mudah dan asal. Ada beberapa aturan yang harus ditepati antara lain:

  1. Ciptakan sebuah kisah. Temukan apa yang dapat membuat produk tersebut lebih mengena kepada customer. Kisah akan memungkinkan customer menempatkan diri pada posisi yang sama sehingga ada keinginan untuk melakukan hal yang diharapkan.
  2. Jangan mengkompromikan brand equity. Para customer sering menyamakan brand yang stabil dengan keandalan. Apabila Anda melakukannya tanpa konsep yang jelas, customer bisa saja merasa patah hati. Mereka bisa kehilangan kepercayaan terhadap brand tersebut.
  3. Sederhanakan identitas. Anda mungkin memiliki beragam brand untuk berbagai lini produk Anda. Jangan melakukan ini karena dapat membingungkan pengguna. Cukup bangun satu brand baru yang dapat mencakup semuanya.
  4. Jika tidak ada yang harus diperbaiki, jangan lakukan apa pun. Bisnis Anda mungkin sedang sangat bersinar. Pada kondisi ini, bukan waktu yang tepat untuk melakukan rebranding.
  5. Lakukan revitalisasi untuk memperluas daya tarik. Buatlah brand Anda semakin relevan dengan situasi saat ini dan lokasi berada.
  6. Jangan hanya mengganti nama atau logo. Cara ini tidak sekadar perubahan nama atau logo. Anda juga harus menawarkan sesuatu yang berbeda, filosofi yang berubah, atau tawaran produk baru. Ini akan membuat rebranding menjadi lebih efektif.
  7. Perluas audience Anda. Dengan rebranding, Anda bisa memperluas audience. Caranya adalah dengan memanfaatkan perubahan demografi dan melakukan kampanye yang berbeda daripada sebelumnya.
  8. Jangan lakukan dengan asal. Proses ini membutuhkan banyak hal sehingga sangat rugi jika disia-siakan.

Jadi, rebranding bukanlah proses yang sederhana, tetapi melibatkan banyak hal. Namun, apabila dilakukan pada waktu yang tepat serta metode yang tepat maka akan menghasilkan keuntungan berlimpah bagi perusahaan.

Hubungi Kamarupa untuk membantu anda dengan Rebranding

Baca Juga

Manfaatkan Branding Strategy untuk Kesuksesan Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *