Inilah 5 Perbedaan Dusdusan dan Bisnis Tupperware

Perbedaan Dusdusan dan bisnis tupperware akan di bahas lebih lengkap pada artikel ini.

Pelaku bisnis yang selama ini turut berkontribusi dalam dunia industri jual beli adalah para wanita. Di tengah kesibukan, baik berkarier di kantor maupun merawat anak dan keluarga, wanita ternyata masih bisa melakukan hal-hal lain yang inspiratif sekaligus menghasilkan keuntungan.

Ada banyak kisah sukses wanita yang berhasil mewujudkan mimpinya karena berbisnis jual beli. Sebagian besar dari mereka tak lagi selalu bergantung pada suami dalam hal keuangan.

Bahkan, mereka justru dapat turut menopang keuangan rumah tangga. Hal ini membuat peran wanita di dalam keluarga semakin penting dan tak tergantikan.

Mengenal Dusdusan dan Bisnis Tupperware

Mengenal Dusdusan dan Tupperware
Dusdusan – Pinterest

Dusdusan dan bisnis Tupperware adalah dua bisnis yang dekat dengan kehidupan wanita masa kini.  Apa itu Dusdusan? Bagaimana cara menjalankannya? Apa pula yang dimaksud dengan bisnis Tupperware dan bagaimana sistem kerjanya?

Untuk mengetahui lebih dalam tentang hal tersebut, berikut ulasan mengenai perbedaan Dusdusan dan bisnis Tupperware.

1. Kesempatan Untuk Bersosialisasi

Kesempatan Untuk Bersosialisasi
Kesempatan untuk Bersosialisasi – Intisari.grid

Setiap orang pasti senang memperoleh dukungan untuk melakukan sesuatu yang baru atau dianggap sulit. Hal itulah yang disadari oleh Dusdusan. Oleh karena itu, ketika seseorang baru saja mendaftarkan diri menjadi reseller di Dusdusan, ia juga bisa langsung bergabung dengan sebuah komunitas positif.

Bersama para anggota komunitas ini, reseller baru tidak akan merasa sendiri menjalankan bisnisnya. Masing-masing orang di dalam komunitas ini bisa berbagi sekaligus belajar untuk menjadi pelaku bisnis yang hebat dengan dukungan Dusdusan.

Selain itu, ada beragam kegiatan yang diadakan untuk merekatkan keakraban di antara sesama anggota komunitas, seperti National Gathering, Kopdar, dan berbagai event resmi lainnya.

Lalu, bagaimana dengan bisnis Tupperware? Ketika mulai bergabung dengan bisnis Tupperware, Anda akan menduduki posisi sebagai Consultant. Langkah awal adalah melakukan Announcement Party. Melalui kesempatan ini, reseller harus mencapai penjualan minimal supaya bisa mendapatkan kit bag Sales Force secara gratis.

Selanjutnya, reseller akan mendapat kesempatan mengikuti New Consultant Orientation Program (NCOP) dan party training. Setelah dibekali dengan pengetahuan tersebut, penjualan secara mandiri melalu program party dan metode direct selling sudah bisa dilakukan. Melalui aktivitas inilah reseller mendapat kesempatan untuk bersosialisasi dengan orang lain.

2. Fleksibilitas Berjualan dan Berbelanja

Bisnis Online
Bisnis Online – flickr

Kemudahan membeli (mendapatkan stok) dan menjual suatu produk tentu turut memberi dampak pada kesuksesan sebuah bisnis jual beli. Dengan slogan “Supplier Bersahabat, Harga Jujur”, Dusdusan memberi kemudahan kepada reseller untuk memperoleh stok barang. Caranya adalah dengan melakukan order secara online dari katalog produk yang telah tersedia.

Berbeda dengan Dusdusan, bisnis Tupperware memiliki aturan khusus dalam hal membeli atau menjual produk. Setelah menjadi anggota Sales Force Tupperware, reseller bisa melakukan pembelian stok produk hanya melalui distributor yang terkait, yaitu distributor tempat reseller mendaftarkan diri.

Bagaimana dengan proses penjualan? Menurut etika reseller Dusdusan, seorang reseller diperbolehkan menjual produk melalui media apa saja. Ada banyak pilihan cara yang tersedia, mulai dari online di media sosial, marketplace, atau website. Penjualan juga bisa dilakukan secara offline, yaitu dengan direct selling, di komunitas, atau memiliki toko sendiri.

Sementara itu, produk-produk bisnis Tupperware hanya boleh dijual melalui dua cara, yaitu melalui Tupperware Party atau langsung kepada pembeli (direct selling). Tupperware Party adalah metode berjualan dengan mengumpulkan sejumlah orang di sebuah tempat, baik di rumah, kantor, kafe, dan sebagainya.

Selain kesempatan untuk berjualan, Tupperware Party juga bisa menjadi ajang berkumpul yang dilengkapi dengan berbagai kegiatan, seperti games dan demo experience. Orang yang mengelola party ini disebut Host dan tugasnya adalah mengatur waktu dan tempat, tema party, serta Sales Force dan tamu yang diundang.

3. Target Penjualan

Target Penjualan Dusdusan dan Tupperware
Target Penjualan – smartmama

Perbedaan Dusdusan dan bisnis Tupperware lainnya adalah dalam hal target penjualan. Reseller Dusdusan tidak diwajibkan memenuhi target penjualan tertentu. Masing-masing reseller boleh menetapkan target yang ingin dicapainya sendiri. Hal ini tidak berpengaruh terhadap apa pun, kecuali pada jumlah keuntungan yang akan didapatkan.

Semakin banyak produk yang terjual, keuntungan yang didapatkan pun pasti semakin besar.

Namun, supaya semakin bersemangat menjual produk, reseller berhak mendapatkan poin reward yang bisa ditukar dengan voucher, handphone, motor, mobil, dan kesempatan umroh.

Sementara itu, Sales Force Tupperware harus memenuhi sejumlah target pada Announcement Party. Demikian juga jika ingin meraih level karier yang lebih tinggi, ada target tertentu yang harus dicapai.

Ada 6 tingkat yang bisa dicapai pada jenjang karier bisnis Tupperware, yaitu Consultant (C), Team Captain (TC), Manager (M), Group Manager (GM), Authorized Group Manager (AGM), dan Distributor (DB). Setiap menapaki satu tingkat, reseller berhak mendapatkan keuntungan tertentu.

4. Brand atau Toko Sendiri

Perbedaan Dusdusan dan Bisnis Tupperware
Direct Selling – blogspot

Dusdusan mempersilakan reseller untuk membangun brand atau membuat toko sendiri. Dalam hal ini, Dusdusan akan menjadi supplier rahasia yang menyediakan stok produk untuk dijual oleh reseller.

Cara ini memberikan kesempatan yang lebih besar kepada reseller untuk mendapatkan keuntungan ganda. Bukan hanya berhasil memperoleh penghasilan tambahan, tetapi juga bisa berkembang menjadi bisnis yang lebih besar. Ini merupakan kesempatan yang menarik dan menggiurkan.

Di bisnis Tupperware, penjualan produk lebih terbatas melalui party dan direct selling. Melalui kedua cara ini, setiap reseller dapat meraih tingkat demi tingkat dalam jenjang karier yang sudah ditentukan. Semakin besar hasil penjualan, semakin tinggi pula posisi yang ditempati dalam jenjang karier Tupperware. Dengan demikian, semakin besar pula keuntungan yang akan diterima.

Inilah beberapa perbedaan Dusdusan dan bisnis Tupperware. Nah, untuk mendapatkan keuntungan, Anda sebagai pelaku bisnis bisa memilih sendiri tipe bisnis yang sesuai dengan karakter dan prinsip yang diyakini.

Itulah perbedaan Dusdusan dan bisnis Tupperware. Apakah ingin terjun di dalam bisnis yang didukung oleh komunitas atau ingin memiliki kesempatan berkumpul dalam event-event party setiap minggu? Apakah ingin bebas menentukan target atau ingin dipacu dengan target khusus? Keputusan tersebut ada sepenuhnya di tangan Anda. Selamat memilih.

Baca juga artikel tentang:

  1. Inilah 7 Perbedaan Dusdusan dan Sophie Paris
  2. Inilah Perbedaan Dusdusan dan Oriflame Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *